Aluminium dan uPVC menjadi salah satu material bangunan untuk membuat pintu, jendela, kusen, ataupun fasad. Akan tetapi kedua material ini memberikan keunggulan yang berbeda untuk di iklim tropis. Hal ini karena kelembapan tinggi, paparan UV yang intens, curah hujan deras, dan garam di kawasan pesisir menciptakan kondisi yang mempercepat korosi, perubahan warna, dan kerusakan struktural jauh lebih cepat dibanding iklim yang lebih dingin. Sehingga material bangunan di iklim Indonesia perlu dipertimbangkan dengan baik.
Pertama, kita bahas menganai uPVC. Profil ini masuk ke pasar Indonesia sebagai alternatif yang lebih terjangkau, ringan, isolasi termal cukup baik, dan harganya lebih murah di awal. Namun masalahnya baru terlihat seiring waktu. uPVC sangat sensitif terhadap paparan UV dan suhu panas yang berkepanjangan, hal ini menyebabkan material jadi menguning, rapuh, dan akhirnya melengkung atau retak. Di kawasan pesisir Indonesia di yang panas dan lembap, permukaan uPVC bisa mengalami degradasi yang lebih cepat dalam beberapa tahun.. Penghematan di awal menjadi percuma begitu menghitung biaya perawatan atau penggantian.
Kedua, aluminium. Profil aluminium ketika terkena udara dan kelembapan, secara alami membentuk lapisan oksida tipis di permukaannya yang berfungsi sebagai pelindung dari korosi. Material ini tidak berkarat, tidak menyerap kelembapan, tidak mendukung pertumbuhan jamur, dan mempertahankan kekuatan strukturalnya meski bertahun-tahun terpapar panas ataupun udara pesisir. Inilah yang menjadi alasan aluminium tetap menjadi material dominan di industri konstruksi Indonesia, khususnya untuk proyek perumahan dan komersial menengah ke atas di mana performa jangka panjang lebih diprioritaskan daripada harga.
Keunggulan utama yang dimiliki aluminium adalah kekuatan. Profil aluminium mampu menahan beban yang besar tanpa melentur atau berubah bentuk seiring waktu sehingga aman ketika membuat pintu sliding door berukuran besar, jendela frameless, dan kusen yang kokoh. Sedangkan profil uPVC kurang kaku dan biasanya memerlukan penguatan baja di dalam rongganya agar sekuat aluminium.
MPG menjawab kebutuhan berbeda di pasar aluminium melalui tiga brand. FORTA dirancang untuk proyek-proyek yang membutuhkan kekuatan struktural dan kualitas finishing yang premium seperti villa, gedung komersial, dan perumahan elit. DACON dengan kualitas yang sama namun harga yang lebih ekonomis, sehingga dapat dijangkau untuk renovasi dan konstruksi rumah pribadi, atau untuk mendukung kebutuhan berjualan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti etalase dan gerobak. INFINITO dengan aluminium premium motif urat kayu yang cocok untuk bangunan estetik seperti cafe dan rumah mewah pribadi. Corak kayu pada INFINITO cantik natural dan mempertahankan tampilannya selama puluhan tahun. Sedangkan profil uPVC bercorak kayu menggunakan laminasi foil cetak yang bisa mengelupas, memudar, dan kehilangan teksturnya akibat panas tropis.
Pada akhirnya, kedua material ini memiliki tempatnya masing-masing di pasar, tetapi keduanya melayani prioritas yang berbeda. Jika tujuannya adalah biaya awal serendah mungkin dengan proyek jangka yang pendek, uPVC bisa menjadi pilihan. Namun jika tujuannya adalah material yang tahan lama belasan hingga puluhan tahun di iklim Indonesia, membutuhkan perawatan minimal, bisa didaur ulang, kokoh, dan estetik, aluminium adalah pilihan yang lebih tepat. Ketiga produk dari MPG yaitu FORTA, DACON, hingga INFINITO menyediakan kebutuhan profil sesuai jenis proyek dan anggaran. Kunjungi mpg.co.id atau hubungi distributor kami AX Aluminium atau XTAL Aluminium terdekat untuk menemukan profil yang tepat untuk proyek Anda berikutnya!


